haii..
Blogger pertamaku akhirnya meluncur. π
Setelah sekian lama gak ada niat untuk menulis di blogger, dan akhirnya inilah saat saat terniatku untuk menulis.
Yaaaa kali ini aku mau menulis tentang Jangan Takut Jatuh Cinta
Kalian pernah dong pastinya merasakan jatuh cinta? π
hmmm, cinta itu apa sih?
aku disini ingin menjelaskan hal apa yg aku rasakan ketika aku jatuh cinta dengan orang yang sama sekali belum aku kenal.
kok bisa ?? hmmmm, itulah cinta tidak mengenal tempat, waktu dan siapa dia sebenarnya.
heheehe sok dalam banget yaaakk..
iyaa emang dalam. Sampe gak terhitung untuk beberapa meter kedalamannya. π
Aku wanita yang belum sama sekali pernah pacaran tapi untuk jalan dengan cowok "berdua" aku udah sering sih krna aku agak sedikit tomboyyyyyyyyyy hehehe π
Jadi inilah cerita awalku mengenal cinta, kali pertama memberi perhatian tulus untuk seorang pria, memanggil kalimat sayang hehe geliiiiiiii sih sebenernya π krna mungkin belum pernah sama sekali dalam hidupku untuk melakukan hal seperti ituπ
Aku cuma mau mengatakan, Jangan Takut Jatuh Cinta, gaesssss!!!
Meski, berkali-kali kalian jatuh,
Meski , berkali-kali kalian down,
Meski berkali-kali kalian sakit hati,
Pokoknya jangan pernah takut Jatuh Cinta!
Cinta itu hebat. hebat banget. Dia mengajarkan segala sesuatunya hal yg belum kita mengerti.
Mulai dari 0 sampai naik ke angka 1 π
Nah, aku bersyukur juga mengenal pria ini.
Karena dia yang mengajarkan apa itu Ketaatan untuk beriman.
Dia membritahukan kepadaku apa itu Cinta dari Tuhan.
Dia selalu mengingatkanku untuk berdoa, yahh walaupun cuma di awal saja. mungkin dia sudah bosan untuk mengingatkanku untuk itu semua hehehe
yahhh, inilah alasan pertama yang membuat aku jatuh cinta dengan dia. π
Aku menicntai dia karena Tuhan. π
Aku bersyukur mengenal Cinta dari pria yg satu ini.
Dari dia aku mengenal apa itu arti memasak. π
Jujur nih, aku ini cewek yang gatau sama sekali memasak. terkadang masak nasi aja kebanyakan air sehingga orang rumah gak ada yg mau makan dan terpaksa beli diluar huhuu ππ
dan kalian tau,?
untuk pertama kalinya aku menawarkan kepada pria ingin dimasakin apa wkwkwk ππ
sok hebat aku yaaaa? masa nasi aja kagak bisaa π
dan tanpa berdosanya dia menyuruh aku untuk memasak hmmm NANIURA.
Mungkin orang batak tahu Naniura itu apa.
Dan ini adalah masakan tersusah, teribet, terlama yang aku tahu.
Sempat sih sebenernya untuk menyerah karna aku tahu itu susah banget.
Tapi aku mendapat kekuatan gitu, semacam motivasi untuk pengen membuat Naniura yg diinginkan nya. aku minta sama mamaku untuk membantu aku masak itu, tp ternyata dia sibuk. akhirnya aku searching diinternet dan mencoba sendiri. aku pergi ke pasar dan melengkapi setiap bahan.
Dan kemudian ditengah-tengah peperangan aku kalah. aku gagal. sedih bangetttttt. π
Tiba-tiba aku termotivasi kembali karena mengingat dia, aku pergi kerumah tetangga untuk nanyain masak Naniura itu gimana. dan ibu ini mau membantu aku gaesssssss.
aku pergi lagi ke pajak untuk melengkapi bahan-bahan yg sudah gagal di peperangan pertama hihihiihii ππ
dan beberapa jam kemudian, naniura siap untuk dimakan.
wahhhhhhhhh senangnya kebangetannnnnnnnn πππ
langsung aku foto dan kirimin ke dia kalau pesanan nya sudah ready walaupun dia tak bisa mencicipi masakanku. π
Aku bersyukur mengenal dia karena aku berubah menjadi wanita rajin untuk membersihkan rumah :')
Aku berpikir kedepan kalau semisalkan aku jadi istrinya, dan gak bisa membersihkan rumah bagaimana ?
Apalagi nih, dia anak tunggal. dia tinggal berdua bersama mamanya. dan aku sebagai wanita keduanya harus bisa membantu dia untuk jadi wanita terbaik keduanya.
tiba-tiba itu semua seperti kurasakan meski belum aku alami. manetekk ilukki dabohh ππ
Aku sayang sama dia dan mamanya. aku mau jadi yang terbaik buat mereka berdua. π
Akhirnya beberapa bulan sudah terlewati. kami menjalani banyak kisah. Banyak peperangan yg terjadi. Banyak kisah sedih yg kami alami. Sering berantemnya daripada romantisnya. π
π
Dia agak pendiam, penutup dan lumayan nya bisa dijadikan teman curhat sih. π
Jujur aku kebanyakan makan hati karena melawan cemburu π£
Dan karena pendiamnya itu akhirnya hubungan ini rontok.
Tepat di tanggal 31 Januari 2019, Komitmen kami berakhir. Semua selesai.
Usai dari akhir bulan Januari, perasaanku kalut tak karuan. Seperti ada yang hilang. Aku tak bisa mengendalikan perasaanku termasuk perasaan rindu yang terpendam untuknya.
Dan akhirnya aku pergi seminggu menghibur diri ke Jakarta. Aku mencari kembali jati diriku yang mungkin lagi tersesat. Hampir sebulan, kami tak pernah berkomunikasi lagi.
Dan aku pikir setelah kepulanganku dari Jakarta, aku sudah bisa melupakannya.
Alhasil, dia kembali chat aku, dan semua bayangan tentang dia yang sudah hilang, kembali lagi.
ohhh shitttt...!!!
Tapi ternyata hatiku masih panas, masih tidak stabil. Saat dia minta maaf, aku malah memaki dia. Aku marah, aku kecewa, tapi aku rindu. π
Namun aku tak menunjukkan kepadanya akan rindu ini. Seolah-olah aku memang sudah tidak menginginkan dia lagi dalam hidupku.
Tepat tanggal 24 Februari aku berulangtahun yang ke 24. Kali ini aku mencintai angka 24. Karena tepat tanggal 24 September 2018, komitmenku terjalin dengan diaπ
Untuk menghibur diri lagi, aku pergi ke Samosir untuk merayakan hari ulangtahunku. Aku gak tau, dia akan mengucapkan atau tidak untukku.
Lagi-lagi aku gagal untuk tidak memikirkan dia. Aku selalu memikirkan dia meski sekalipun aku sudah pergi jauh untuk melupakan dia.
hi bloggerss,,
ternyata jatuh cinta yang sebenarnya yah seperti ini.
Ini pertama kalinya aku jatuh cinta dengan seutuhnya namun dipatahkan sepatah-patahnya.
Aku nggak tahu kenapa Tuhan memberi cerita seperti ini kepadaku. Lelaki yang aku tidak tahu asal usulnya. Lelaki yang dipikiranku saat ini, dialah si pembohong. Lelaki yang tak terbuka pada pasangannya. Lelaki yang penuh sandiwara. huftt... Tapi yang kenyataannya aku tetap jatuh hati padanya.
Dengan segala kepercayaan aku berikan kepadanya. Aku pikir, dengan adanya keterikatan komitmen, itu berarti dia sudah sah jadi pasangan kita. Apalagi jika komitmen ini diatasnamakan Tuhan. Dan aku telah berjanji pada-Nya untuk mau jadi yang terbaik untuk pasanganku.
Tapi nyatanya kepercayaan aku dikhianati. ππ£
Sakittt gaesssss...!!!
Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Untuk pertama kalinya aku benar-benar jatuh bukan karena cinta tapi karena dikecewain. Untuk pertama kalinya lelaki yang aku jadikan komitmen, mematahkan hati yang benar-benar dulunya utuh.
Aku pernah berjanji sama Tuhan bahwasanya, Lelaki pertama yang akan bersamaku, dialah juga yang kelak yang akan menikahiku. Aku cukup pacaran sekali dalam seumur hidup.
hm... kalian tahu gak ?
komitmen = pacaran gak sih ???
Dia gak nembak aku, cuma kami langsung menjalin komitmen.
so, Apakah ini dinamakan pacaran atau tidak ?
yaaaaa terkadang aku gak bisa menempatkan posisi aku sebagai pacar atau bukan ??
hehehe...malu sihhhh.
Sampai saat ini aku tidak bisa menghilangkan perasaan aku untuknya.
Aku masih menetap disini dengan perasaan sama yang masih mencintainya dan mengharapkan kedatangannya. aku tahu ini sebuah pembodohan yang nggak tau kapan berakhir.
Setelah aku mengetahui bahwa mamaku tidak setuju dengan hubungan aku dan dia, aku merasa sangat sedih. Harapanku cuma mama setuju saja dan aku pasti akan tetap bertahan dalam sebuah penantian untuk dia.
Apa yang harus aku lakukan ketika sudah seperti ini ?
Mengapa Tuhan memberikan cerita ini yang membuat aku tidak bisa menentukan keputusan ?
Aku menyayangi dia sampai detik ini aku menulis blogger ini.
Satu yang kuharapkan, meskipun aku dan dia tidak bisa satu, setidaknya aku memohon kepada Tuhan untuk mempertemukan aku dengan dia, menatap kedua bola matanya dan kedua lesung pipitnya. bisakah ?
Hanya itu harapanku :(
Jikapun Tuhan mengembalikan dia kepada jodohnya, aku harap perasaanku sudah hilang dan mengikhlaskan dia bersama wanita lain.
Dan setelah itu pengertian cinta bukan hanya bahagia karena bersamanya melainkan bahagia melihat dia bersama orang yang dia sayang.
Cinta itu mengikhlaskan.
Izinkan aku mengikhlaskanmu walau aku tahu aku belum sanggup.
Kumohon agar Tuhan menguatkan aku melihat kebahagiaanmu bersama wanita lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar